Selasa, 01 November 2016

TUHAN, KAU tidak tidur kan? (I)

Rabu, jam 11.00 WIB
langkah terasa berat memasuki kelas XII MIPA 4, bagaimana tidak, rasa campur aduk sudah ada sejak pagi.
Tomboh nomor di handphone sudah kuulangi yang kesekian kalinya. Menelpon seorang dokter fertilitas. Beberapa kali nomor tujuan sibuk.
Hingga ....
"Maaf, ini siapa ya?"terdengar suara dari seberang. Bukan! iki bukan suara dokter tujuanku.
"Maaf, Bu. Ini benar nomor dokter Cahyono?" tanyaku memastikan.
"Iya, benar. Ini lagi operasi". Lalu kujelaskan maksud teleponku kepada si perawat atau siapalah yang yang ada di seberang sana.
Dan, jawabanpun datang sangat jelas.
"Maaf, alat untuk operasinya rusak"
Allahuakbar
Rabb-ku
Tak kuasa menahan tangis, langsung lari ke Mushola sekolah yang berada di samping kelas. Naik ke lantai 2.
Menangis
Aku menangis Tuhan!!!
Ya Allah,,,
Rabb-ku
Rabb-ku
Rabb-ku

Aku tidak akan bertanya mengapa, mengapa, dan mengapa ...
Tidak TUHAN. Aku berusaha menangis bahagia.
Tuhan, KAU tidak tidur kan?
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar