Senin, 07 Oktober 2019

KIRAB BENDERA, RAYAKAN HUT PRAMUKA DI KECAMATAN REMBANG





Rembang(13/8/2019), diadakan kirab bendera dalam rangka merayakan Hari Pramuka ke-58 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2019. Kirab bendera yang diadakan oleh Kwartir Ranting Rembang pada tanggal 13 Agustus 2019 ini bertempat di Taman Borotugel dan berakhir di depan rumah dinas wakil bupati Rembang. Kirab bendera ini diikuti oleh beberapa peserta, mulai dari siaga sampai penegak. Ambalan Kamajaya-Kamaratih Gugus Depan 10-125/10-126 yang berpangkalan di  SMA Negeri 1 Rembang juga mengikuti kirab bendera tersebut dan menjadi peserta dengan nomor urut terakhir dari golongan penegak, yakni nomor urut 4. Meskipun di urutan terakhir tetapi semangatnya masih berkobar, ya....
                       
Berbeda dengan kegiatan tahun sebeumnya, yang dibumbui dengan perlombaan, untuk kegiatan tahun ini bersifat menghibur dan tanpa ada penilaian. Begitu pula dengan teknis peserta yang sebelumnya selalu dibedakan untuk penegak putra dan putri, maka untuk tahun ini peserta diambil menyeluruh tiap pangkalan. Untuk pangkalan SMA Negeri 1 Rembang sendiri mengeluarkan 18 penegak Putra dan 18 Penegak Putri, 2 anggota penegak Putra sebagai pembawa panji (bendera) dan 1 anggota penegak Putri sebagai maskot dalam pangkalan kami.
Di pos pemberangkatan, bertempat di Taman Borotugel, setiap peserta harus menampilkan yel-yel yang dimiliki. Yel-yel tersebut digunakan sebagai awal pembakar semangat para peserta, sehingga yel-yel tersebut harus ada unsur kekompakan dan semangat yang membara. Setelah yel-yel, para peserta diberangkatkan oleh panitia. Peserta berjalan dengan penuh semangat. Di tengah perjalanan salah satu anggota kirab memimpin untuk menyanyikan yel- yel untuk memicu semangat anggota- anggota lainnya dan untuk mencairkan suasana, tak hanya itu dengan nyanyian tersebut juga menarik masyarakat yang melihat.
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, sampailah para peserta di depan rumah dinas wakil bupati Rembang. Didepan panggung penghormatan itulah para peserta wajib menampilkan atraksi sebagai bentuk kreatifitas dari masing-masing peserta.
Untuk Pangkalan SMA Negeri 1 Rembang sendiri menampilkan atrakti yang unik  yakni gerakan pertama adalah melakukan penghormatan, yang diikuti penampilan formasi cantik untuk Ambalan Kamaratih dan dilanjutkan gerakan Avatar untuk Ambalan Kamajaya. Tak hanya gerakan variasi, Pangklan kami jugamenampilkan puisi bertemakan Semangat Dewa Kamajaya dan Dewi Kamarath yang dilakukan oleh 2 orang anggota Putra dan Putri, diikuti dengan gerak tari nyanthing oleh anggota yang lainnya sebagai pengingat atau simbol kebudayaan Kabupaten Rembang yang dibeberapa tempat masyarakatnya bekerja sebagai pengrajin batik. Setelah penampilan dari panggung kehormatan, berakhir pula rangkaian kegiatan Kirab Bendera tahun 2019.

Upacara Hari Pramuka, di SMANSA

Tanggal 14 Agustus merupakan tanggal untuk peringatan Hari Pramuka atau disebut dengan Praja Muda Karana. Rabu, 14 Agustus 2019, para Pramuka di Tanah Air memperingati hari kepanduannya, Pramuka yang ke-58. Sesuai edaran, maka dalam bidang pendidikan, sekolah-sekolah memeriahkan Hari Pramuka dengan melakukan upacara bendera.
Pramuka sendiri merupakan sebuah kegiatan pendidikan non-formal untuk mengembangkan ketangkasan dan pembentukan karakter. Lalu, kenapa tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka di Indonesia?
Dilansir dari RRI Voice of Indonesia, Pramuka sudah ada sejak abad 20 dan baru diresmikan pada 1961 di Indonesia. Gerakan pramuka di Indonesia biasa diikuti oleh para siswa tingkat SD sampai SMA dengan penggolongan, Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Sejarah pramuka tentu tak lepas dengan peran tokoh yang sangan familiar yakni Boden Powell yang disebut dengan bapak Pandu sedunia. Karena belian-lah, diprakarsai dan dikenalkan kegiatan yang mendidik dan bersifat alam terbuka yaitu gerakan pramuka di abad ke-20.
Sedangkan di Indonesia gerakan pramuka sendiri justru diinisiasi oleh sejumlah organisasi yang telah dibentuk pada masa kemerdekaan yang diperkuat oleh Sumpah Pemuda pada 1928. Banyaknya organisasi kepanduan Indonesia membuat dibentuklah Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) pada 23 Mei 1928, yang mewadahi organisasi-organisasi tersebut.  Namun pada masa penjajahan Jepang, gerakan kepanduan sempat dilarang untuk bediri.
Usai proklamasi kemerdekaan, barulah tokoh kepanduan Indonesia membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia untuk pembentukan satu wadah organisasi kepanduan di Indonesia. Setelah itu digelar Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia pada 27-29 Desember 1945 di Surakarta yang mengahasilkan terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Organisasi tersebut diakui pemerintah sebagai satu-satunya organisasi kepanduan lewat keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan pada 1 Februari 1947. Kemudian pada 1961, Gerakan Pramuka akhirnya terbentuk dengan latar belakang banyaknya organisasi kepanduan di Indonesia.
Pada 14 Agustus 1961 dilakukan pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas (Kwartir Nasional) dan Kwarnari (Kwartir Nasional Harian) di Istana Negara di Jakarta, serta penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka. Saat itu Presiden Soekarno menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia yang diserahkan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Setelah itu, setiap 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka di Indonesia. Saat ini Gerakan Pramuka Indonesia dipimpin oleh Budi Waseso yang pernah menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dalam rangka Hari Pramuka, setiap sekolah diwajikan utuk memperingatinya. Salah satu wujud dalam rangka memperingati Hari Pramuka yaitu, dengan melaksanakan upacara bendera dengan memakai seragam pramuka lengkap.
Di SMA Negeri 1 Rembang juga memperingati Hari Pramuka tersebut. Dalam rangka memperingati Hari Pramuka, SMA Negeri 1 Rembang melaksanakannya dengan upacara bendera dengan memakai seragam prammuka lengkap. Di dalam upacara tersebut, saat pembina upacara menyampaikan amanatnya yaitu mengenai kegiatan Pramuka. Yang disampaikan pembina upacara mengenai Pramuka sangatlah luas, dari sejarah dari pramuka hingga sekarang serta harapan untuk pramuka-pramuka di Indonesia. Diakhir upacara, semua peserta upacara menyanyikan lagu Mars Pramuka yang di pimpin oleh petugas. Di hari itu, suasana sangat cerah meskipun sedikit panas tak menyurutkan semangat warga SMA Negeri 1 Rembang untuk mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Pramuka.


-Humas Dewan Ambalan 2019/2020-

Rabu, 10 Oktober 2018

MUSYAWARAH AMBALAN KAMAJAYA-KAMARATIH GUGUSDEPAN REMBANG 10.125-10.126 SMA NEGERI 1 REMBANG TAHUN 2018



REMBANG – Jumat (1/7) pagi pada pukul 08.00 bertempat di aula lantai 3 SMA Negeri 1 Rembang dilaksanakan Musyawarah Ambalan (Musyam) Kamajaya-Kamaratih pramuka SMA Negeri 1 Rembang Gugusdepan Rembang 10.125-10.126  yang kedua setelah sebelumnya telah dilaksanakan musyam bersamaan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Musyam merupakan forum tertinggi para pramuka penegak di bawah bimbingan Pembina dan merupakan alat penyalur aspirasi tentang arah kegiatan ambalan ke depan.
Agenda musyam pertama adalah pembacaan, mengevaluasi dan menetapkan diterima, direvisi, atau ditolak terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari Dewan Ambalan yang sedang menjabat. Setelah para penegak bantara baru membaca LPJ, akhirnya LPJ dari Dewan Ambalan yang menjabat diterima. Kemudian pada musyam yang kedua agenda kegiatan adalah penyampaian materi oleh Komisi A dan Komisi B yang dibacakan oleh ketua presidium. Meskipun pada saat Musyawarah Ambalan yang kedua ini dilaksanakan bertepatan pada bulan puasa tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti kegiatan ini.
Agenda Musyawarah Ambalan yang ketiga, masih melanjutkan penyampaian materi oleh Komisi C dan Komisi D yang dibacakan oleh ketua presidium dibantu dengan wakil ketua dan sekretaris. Setelah pembacaan materi oleh ketua presidium  dengan bahan materi dari Komisi A dan Komisi B, di dalam Musyawarah Ambalan yang terakhir ini diadakan pemilihan pradana putra dan pradana putri dengan musyawarah. Akan tetapi, pemilihan pradana melalui musyawarah belum bisa mencapai kesepakatan bersama. Sehingga akhirnya dilakukan pengambilan suara. Hasil dari pengambilan suara tersebut adalah terpilihnya pradana putra yaitu Noor M. Hatta dari kelas XI MIPA 4 dan pradana putri yaitu Pristandhini Putri R. dari kelas XI MIPA 4.
Menurut Isna Rosyidatul Badiah selaku Seksi Operasional Kegiatn, berpendapat bahwa kegiatan Musyawarah Ambalan dapat meningkatkan keberanian para anggota pramuka penegak serta dapat menjadi media komunikasi antar sesama anggota.
"Kegiatan Musyawarah Ambalan dapat berjalan dengan lancar apabila seluruh anggota dapat diajak bekerja sama. Bentuk kerjasama dapat diwujudkan dalam bentuk datang tepat waktu dan menghargai anggota yang sedang mengungkapkan pendapat."imbuhnya.
Setelah kegiatan Musyawarah Ambalan dilaksanakan, diharapkan mampu mempererat hubungan antarsesama anggota dan menambah pengetahuan tentang pentingnya musyawarah untuk mencapai kesepakatan yang disepakati bersama sehingga dapat diterima oleh seluruh anggota dengan lapang dada.


Senin, 26 Desember 2016

Kenaikan Tingkat Penegak Laksana, 38 Peserta Resmi Dilantik




Senin (19/12) Gugusdepan Rembang 10.125-10.126 berpangkalan pada SMA Negeri 1 Rembang melaksanakan kegiatan pelantikan kenaikan tingkat Penegak Laksana. Kegiatan yang sebelumnya telah berlangsung yakni uji Syarat Kecakapan Umum (SKU) akan dilanjutkan dengan Pelantikan Kenaikan Tingkat yang direncanakan akan dilaksanakan selama empat hari. Dimulai dengan pengembaraan oleh Penegak Bantara putra dan putri dengan rute yang berbeda. Perjalanan yang ditempuh dengan jarak kurang lebih 20km ini dimulai dari SMA Negeri 1 Rembang. Diberangkatkan oleh Kak Dwi Priyono, selaku WKS. Bidang Kesiswaan pukul 07.00WIB sejumlah 2 sangga putra dan 3 sangga putri.
Rute pengembaraan sangga putra yang dimulai dari SMA Negeri 1 Rembang menuju Desa Waru, melewati Desa Jeruk, Desa Ngadem, Desa Seren, kemudian naik melewati Bumi Perkemahan Karangsari Park, menuju ke timur Desa Kaliombo ke selatan, berakhir di Desa Sulang, Rembang. Sangga Putri yang dibekali uang sejumlah Rp5.000,- perpeserta diberangkatkan dari SMA Negeri 1 Rembang kemudian ke timur, menuju Pasar Pentungan kemudian diminta mengelola uang tersebut hingga sampai likasi di Desa Sulang. Tepat pukul 16.00WIB semua peserta selesai melaksanakan pengembaraan, oleh panitia pelaksana akan ditempatkan di rumah-rumah warga Desa Sulang. Ada 11 rumah yang akan ditempati dan oleh panitia juga sengaja dipilihkan rumah warga dengan mata pencaharian rata-rata petani dan pedagang. Ketua Pelaksana Ahmad Thohir Lutfi (XII MIPA 5) memaparkan kegiatan ini bertujuan sesuai dengan isi Trisatya poin 2 yakni Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, jadi kami sengaja membaurkan rekan-rekan dengan masyarakat agar mereka mengetahui dan paham dengan kondisi masyarakat hingga akhirnya mereka paham apa yang harus dilakukan untuk membangun masyarakat.
Selama tiga hari homestay di warga, peserta wajib ikut melakukan apa yang biasa dilakukan oleh warga. Mulai dari bangun, membersihkan rumah, ke pasar, ke sawah, dan lain sebagainya. Pengalaman seru dilontarkan oleh peserta Ayudha Bayu Laksa (XI MIPA 3) yang tinggal dengan pekerja sebagai tani Cabai, yang mengatakan begitu sulitnya mencari uang, bangun pagi, ke sawah, merawat cabai, memetik cabai, memilih, hingga menjual. Hal serupa juga dialami oelh Yeni Syafitri (XI MIPA 3) yang tinggal di rumah pekerja sebagai pedagang tahu bakso. Pagi bangun pukul 03.30WIB untuk ke pasar menjajakan tahu bakso yang telah dibuat pada malam sebelumnya. Serta masih banyak pengalaman-pengalaman menarik yang didapatkan oleh peserta. Hingga tiba waktunya di hari ketiga, semua peserta harus  melaksanakan perkemahan di Desa Jatimudo, Sulang. Kegiatan perkemahan dimulai pada pukul 14.00WIB dengan agenda bersih lapangan. Dilanjutkan malam hari kegiatan pemaparan materi dan pemantapan peserta yang akan naik tingkat menjadi Penegak Laksana. Materi disampaikan oleh Kak Mulyono (Kak Mung) dengan dialog interaktif yang disambut antusias oleh peserta. Malamnya, semua peserta melaksanakan pemantapan dengan panitia pelaksana, berdiskusi dan lain sebagainya, hingga akhirnya pukul 03.30WIB, Kamis (22/12) mereka resmi dilantik. Peserta putri sejumlah 16 peserta dilantik oleh Kak Siti Jumiatun selaku Ketua Gugusdepan 10.126, dan peserta putra sejumlah 22 peserta dilantik oleh Kak Sulis Prianto selaku Ketua Gugusdepan10.125 dengan adat yang biasanya dilaksanakan. Resmi 38peserta dilantik menjadi Penegak Laksana. Paginya, peserta mendapat kejutan dari panitia. Dengan menggandeng orang tua peserta, sejumlah 3 orang Ibu dari peserta dan panitia pelaksana didatangkan untuk melaksanakan acara Mencuci Kaki Ibu, yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Rasa haru, tangis kesedihan tak terhindarkan melihat acara tersebut. Bakti seorang pramuka terhadap Ibu memang harus diutamakan.

Selamat adik-adik Penegak Laksana, selamat melaksanakan apa yang perlu dan harus dilaksanakan. Selamat kembali mengabdi kepada Gugusdepan 10.125-10.126 Ambalan Kamajaya-Kamaratih Berpangkalan pada SMA Negeri 1 Rembang.

Kemah Bakti Masyarakat Gudep 10.125-10.126, Mengajarkan Mengabdi dan Peduli


Ditengah keresahan ini, tetep kudu nulis dong, ya....
 Cerita tentang Kemah Bakti Masyarakat, nih. Pasti semangat sekali kalau diminta mengupas tuntas tentang pramuka. ^^



Rembang, (11/12) GugusDepan Rembang 10.125-10.126 Ambalan Kamajaya-Kamaratih Berpangkalan pada SMA Negeri 1 Rembang kembali melaksanakan Kemah Bakti Masyarakat. Kegiatan yang merupakan agenda tahunan ini dilaksanakan pada hari Minggu (11/12) sampai dengan Selasa (13/12) dengan jumlah panitia sebanyak 69siswa berada di Dusun Timbulrejo (Kuthi), Desa Gunem, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan diri seorang pramuka agar mempunyai rasa simpati dan empati dengan keadaan masyarakat khususnya di Kabupaten Rembang. Mengusung tema “Bersama Pramuka Wujudkan Indonesia Kerja Nyata”, ketua panitia Ulil Albab Alvarelly (XI MIPA 8) memaparkan bahwa tema ini sengaja diusung dengan menggabungkan unsur kepramukaan dengan tema kemerdekaan RI ke-72.
Melibatkan warga SMA Negeri 1 Rembang dengan meminta bantuan sembako dan pakaian layak pakai, Anggota Pramuka Gudep 10.125-10.126 merangkai jadwal yang sedemikian rupa hingga bisa mewujudkan tujuan kegiatan tersebut. Diawali datang dilokasi pada pukul 10.00WIB, panitia langsung menyiapkan segala kelengkapan kegiatan. Pendirian tenda, pemilihan tempat tarik tambang, hingga hiburan sandiwara mini semua dipusatkan di sekitar Balai Dusun Timbulrejo. Pukul 14.00 dengan melibatkan warga untuk kerjabakti antar RT pun dimulai. Panitia dengan warga bersama membersihkan lingkungan sekitar rumah. Pukul 16.00WIB dengan kegiatan tarik tambang antar RT sangat menarik perhatian warga. Lapangan volli yang berada tepat di belakang Balai Dusun pun menjadi sesak dengan kehadiran warga yang ingin berpartisipasi atau sekedar menonton. Malamnya, dengan lakon Shinta Kadhusta, tim sandiwara mini yang dipandhegani oleh M. Abil Aprillianto (XI MIPA 8) mulai melakonkan dengan apik pada pukul 20.00WIB. Kembali warga tidak ingin ketinggalan dengan hiburan gratis yang disuguhkan oleh panitia.  Balai Dusun penuh dengan kehadiran warga. Dan untuk menarik perhatian, panitia menyediakan dorrprize bagi warga yang menonton.
Keesokan harinya, kegiatan dimulai pukul 08.00WIB di Balai Dusun, yakni kegiatan Bazar Murah. Dengan kupon yang telah dibagikan sebelumnya, warga berhak membeli sembako murah dengan beberapa paket yang telah disediakan oleh panitia. Tidak hanya sembako murah, panitia juga menggelar pakaian murah, alat tulis murah serta sembako dan pakaian gratis dengan syarat tertentu. Kurang dari 2jam, Bazar Murah ludes diserbu warga. Hasil Bazar Murah dengan total 3juta lebih inilah yang nantinya akan panitia sumbangkan dalam bentuk barang ke Dusun tersebut.
Siangnya, pukul 14.00WIB kembali panitia mengadakan kegiatan Pengajian Umum. Kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan dengan tujuan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh tepat pada hari Senin (12/12). Tim hadroh dari Gudep 10.125-10.126 pun ikut meramaikan acara tersebut. Dengan pengisi pengajian Bp. Muhammad Thohir, S.Pd.I yang merupakan kyai dari Rembang sekaligus Pembina di SMA Negeri 1 Rembang, begitu ramai dengan kehadiran warga. Setelah kegiatan pengajian, lapangan SD Negeri 3 Gunem juga ramai dengan kegiatan Perlombaan antar siswa SD. Malamnya, panitia kembali memberikan begitu banyak Doorprize kepada warga. Tema Gebyar Smansa dengan menyajikan pentas seni dari siwa SD Negeri 3 Gunem dan penampilan dari sejumlah warga yang terpilih. ”Hadiahnya banyak dan kami berikan dalam bentuk apapun yang mungkin akan dibutuhkan oleh warga. Seperti kipas angin, dispenser, setrika, bahkan sampai hal terkecil seperti tempat sendok dan lain sebagainya”, papar Sonia Pebriyanti (XI MIPA 8) selaku seksi Kegiatan.
Tibalah di akhir kegiatan pada hari ketiga, Selasa (13/12). Memulai kegiatan pada pukul 07.00WIB yakni kegiatan Bakti SD. Sejumlah panitia ikut mengajar di SD meskipun dalam masa jeda. Dengan membawa cerita-cerita yang luar biasa, panitia mengajar siswa yang berjumlah 37 siswa tersebut. Dan akhirnya, pukul 10.00 WIB kegiatan Kemah Bakti Masyarakat Gugusdepan Rembang 10.125-10.126 Ambalan Kamajaya-Kamaratih selesai, ditutup dengan upacara penutupan dan upacara adat.